OKU Selatan, 22 Mei 2024 — AKBP Hardan HS, Wakapolres OKU Selatan, memimpin konferensi pers di Aula Sertu Pol Hadinata terkait penangkapan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan tindakan pencabulan. Tersangka berinisial HF (31), kelahiran Desa Pagar Dewa, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur.
Dalam press release yang digelar pada Rabu (22/05/24), AKBP Hardan HS mengungkapkan bahwa HF, yang sehari-hari bekerja sebagai ASN dan juga sebagai guru les privat, diduga melakukan pencabulan terhadap korban saat mengajar les privat bahasa Inggris di rumah korban.
“Kejadian pertama terjadi pada hari Minggu di bulan Februari 2024 sekitar pukul 09.00 WIB. Tersangka HF datang ke rumah korban untuk mengajar les privat bahasa Inggris. Kemudian, perbuatan serupa diulang kembali oleh tersangka pada hari Minggu selanjutnya di bulan Februari 2024, sekitar pukul 09.00 WIB, satu minggu setelah kejadian pertama,” ungkap AKBP Hardan HS.
HF diketahui merupakan seorang guru yang juga memberikan les privat kepada anak-anak di wilayah tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian mengingat tersangka adalah seorang pendidik yang seharusnya memberikan teladan yang baik.
“Kami mengutuk keras tindakan ini dan akan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan jika ada tindakan yang mencurigakan di lingkungan mereka,” tambah AKBP Hardan HS.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan memastikan tidak ada korban lainnya yang mengalami hal serupa. Sementara itu, tersangka HF telah ditahan dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Masyarakat Diminta Waspada
AKBP Hardan HS juga mengimbau kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan memantau kegiatan anak-anak mereka, terutama dalam situasi yang melibatkan orang luar. Pendidikan dan perlindungan anak menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kerjasama dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tutup AKBP Hardan HS.